Hukum

Cara Membuat SHM Mudah dan Cepat

Cara Membuat SHM

Selain masalah lokasi ataupun budget, hal penting lainnya yang harus Anda pertimbangkan saat membeli sebuah properti adalah masalah kelengkapan berkas atau dokumen. Sebagai pemilik properti maka Anda wajib mengetahui cara membuat SHM atau Surat Hak Milik.

Pada umumnya, dalam jual beli properti terdapat beberapa jenis sertifikasi yang perlu Anda ketahui dan salah satu yang paling penting adalah SHM. Keberadaan SHM atau sertifikat hak milik akan membuat para pemilik properti lebih tenang dan terbebas dari berbagai masalah seperti legalitas dan sengketa di kemudian harinya. Oleh sebab itu, Anda wajib memiliki SHM untuk kepentingan properti Anda.

Baca Juga: Syarat Membuat IMB Rumah dan Cara Mengurusnya Secara Online

Untuk membahas lebih lengkap lagi tentang SHM ini maka silahkan menyimak informasi selengkapnya pada artikel berikut ini.

Pengertian SHM (Sertifikat Hak Milik)

Cara Membuat SHM

SHM atau sertifikat hak milik ini sendiri dapat diartikan sebagai bukti kepemilikan tertinggi dan terkuat atas suatu lahan atau tanah. SHM juga merupakan legalitas properti yang termasuk di dalam UU No. 5 Tahun 1969 mengenai pokok-pokok agraria. Pemilik sah dari SHM ini memiliki hak untuk menjual, menghibahkan atau mewariskan properti yang dimilikinya. Oleh sebab itu surat hak milik ini dianggap sebagai berkas otentik dan paling kuat jika dilihat dari segi hukum.

Jadi, saat Anda sedang berencana untuk membeli rumah atau properti lainnya, pastikan untuk mengetahui apakah properti yang akan dibeli tersebut telah memiliki SHM atau tidak. Berikut ini merupakan beberapa poin penting yang harus Anda tahu tentang manfaat memiliki sertifikat hak milik tanah.

  • Memberikan kewenangan atas segala macam keperluan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Seperti yang telah diketahui bahwa kepemilikan hak atas tanah berlangsung selama pemiliknya masih dalam keadaan hidup.
  • Surat milik tanah juga memiliki fungsi untuk melanjutkan hak milik properti kepada ahli waris selanjutnya selama memenuhi syarat dan ketentuan perundang-undangan.
  • Memiliki kedudukan yang paling kuat jika dibandingkan dengan Hak Guna Usaha dan Hak Guna Bangunan.
  • SHM dapat diperjualbelikan, disewakan hingga digadaikan sementara saat melakukan pinjaman dana ke bank.

Perbedaan SHM dan HGB

Seperti penjelasan di atas, SHM merupakan singkatan dari sertifikat hak milik sedangkan HGB adalah singkatan dari hak guna bangunan. Pada dasarnya kedua jenis dokumen ini sama-sama penting dalam sebuah properti akan tetapi memiliki fungsi yang berbeda.

SHM sendiri merupakan jenis sertifikat yang memiliki kewenangan penuh atas lahan dan tanah oleh sang pemilik sertifikat. Sedangkan, HGB merupakan jenis sertifikat yang hak kepemilikannya dipegang penuh oleh negara. Untuk masalah jangka waktu, SHM memiliki hak kewenangan turun temurun tanpa jangka waktu tertentu dan HGB memiliki hak kewenangan untuk batas waktu tertentu yaitu sekitar 20 hingga 30 tahun yang kemudian bisa diperpanjang kembali.

SHM juga memiliki keleluasaan untuk mewariskan properti kepada keturunan, sedangkan HGB hanya berupa hak memiliki bangunannya saja dan biasanya dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial.

Syarat Memiliki SHM

Untuk bisa mendapatkan SHM ini maka Anda wajib memenuhi sejumlah persayaratan terlebih dahulu. Adapun persayaratan wajib yang harus dipenuhi tersebut di antaranya ialah sebagai berikut:

  • Harus warga negara Indonesia (WNI)
  • Sertifikat HGB adalah asli
  • Memiliki identitas diri berupa KTP dan KK
  • Fotokopi surat izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Surat pemberitahuan pajak terhutang pajak bumi dan bangunan (SPTT PBB) tahun berjalan
  • Memiliki surat pernyataan informasi pemilik lahan

Kemudian, jika Anda sedang ingin mengurus SHM untuk masalah tanah warisan maka berikut ini adalah beberapa dokumen wajib yang perlu dilampirkan:

  • AJB atau akta jual beli
  • Surat keterangan tidak sengketa
  • Surat keterangan riwayat tanah
  • Berkas keterangan dari kelurahan

Cara Membuat SHM

Membuat SHM dengan Mudah

Mendatangi Kantor BPN

Langkah pertama pengurusan membuat SHM ialah dengan menyiapkan sejumlah dokumen berupa sertifikat HGB, fotokopi IMB, SPPT PBB, KTP serta formulir pernyataan yang telah disediakan oleh BPN. Setelah itu silahkan mendatangi kantor BPN di wilayah properti yang Anda beli tersebut dan mendatangi loket pelayanan untuk mengajukan perubahan.

Membayar Pendaftaran SHM

Selanjutnya Anda akan diarahkan untuk membayar pendaftaran SHM yang berjumlah Rp. 50.000 untuk tanah maksimal berukuran 600 meter persegi.

Pengambilan Sertifikat

Setelah melakukan pembayaran ini, biasanya Anda sudah bisa mengambil sertifikat di loket pelayanan. Adapun durasi waktu pengambilan sertifikat memerlukan waktu sekitar 5 hingga 14 hari. Setelah itu Anda pun telah memiliki SHM atas nama Anda.

Nah, demikianlah informasi mengenai cara membuat SHM di dalam artikel ini. Semoga penjelasan dari kami ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Related posts

Syarat Membuat IMB Rumah dan Cara Mengurusnya Secara Online

Marsyaviani Darestuti

Leave a Comment