Keuangan

Begini Proses Pengembalian Uang Muka Rumah Bersubsidi yang Bermasalah

Proses Pengembalian Uang muka rumah bersubsidi

DP (down payment) atau uang muka pada dasarnya merupakan istilah yang sering digunakan saat mengajukan pembelian properti. Namun, sering sekali DP sudah di bayarkan, pengembang bermasalah. Bisakah uang DP tersebut kembali? Tentu bisa dan ada proses pengembalian uang muka bagi rumah bersubsidi.

Jumlah Uang muka yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia saat minimal 15 persen dari harga jual properti atau rumah untuk rumah bersubsidi. DP 15 persen ini dirasa bisa meringankan beban biaya masyarakat kelas menengah ke bawah untuk mewujudkan rumah impian mereka.

Sayangnya, DP yang disetorkan oleh pihak pengembang kerap kali disalahgunakan. Pada akhirnya, rumah yang diimpikan pun gagal terwujud. Jika sudah begini maka para konsumen yang dirugikan tentu menuntut hak mereka. Lalu, apa yang harus dilakukan agar proses pengembalian uang muka rumah bersubsidi ini segera dibayarkan? Untuk lebih jelasnya silahkan menyimak ulasannya berikut ini.

Baca Juga: 7 Tips Bangun Rumah Hemat Budget, Bebas Pembengkakan Biaya

Proses Pengembalian Uang Muka Rumah Bersubsidi

Rumah subsidi gagal bangun, bisakah uang muka kembali?
Source: Kompas.com

Pada dasarnya setiap konsumen yang telah menyerahkan down payment kepada pihak pengembang berhak mendapatkan pengembalian penuh jika memang terjadi penyelewengan. Adapun langkah pertama yang bisa dilakukan konsumen untuk mengklaim haknya tersebut ialah dengan menyiapkan semua bukti terkait perjanjian pembangunan rumah bersubsidi.

Dalam pasal 9 ayat 1 UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen menyebutkan bahwa setiap pelaku usaha dilarang untuk menawarkan, memproduksi, dan mengiklankan suatu barang dan atau jasa secara tidak benar dan/atau tidak nyata. Jadi, jika kalian menemui proses pengerjaan properti yang tidak sesuai dan tidak layak maka hal tersebut sudah termasuk ke dalam bentuk pelanggaran. Pihak pengembang harus bertanggung jawab atas kasus tersebut. Kemudian, di dalam pasal 9 UU Perlindungan Konsumen, pengembang yang secara jelas melakukan penyelewengan akan mendapatkan hukuman pidana paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak sebesar 2 milyar rupiah.

Jadi secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pihak konsumen yang ingin membeli rumah bisa mendapatkan pengembalian uang muka rumah bersubsidi mereka kembali jika pembelian memang dibatalkan. Kemudian, pakar hukum perlindungan konsumen David Tobing juga mengatakan bahwa meskipun developer atau pengembang rumah bersubsidi tersebut mengklaim uang konsumen sudah hangus saat membatalkan pembelian, akan tetapi pihak MA menyatakan bahwa uang konsumen tidak bisa hangus.

Kasus serupa pernah terjadi beberapa tahun silam di mana seorang konsumen meminta pengembalian uang muka rumah bersubsidi yang akan ia beli dikarenakan pihak bank tidak menyetujui permohonan KPR tersebut. Saat meminta pengembalian, pihak developer ternyata menolak permintaan tersebut. Pengembang rumah subsidi tersebut beralasan bahwa uang yang telah di setorkan telah hangus. Pada akhirnya, untuk mendapatkan kembali haknya sebagai konsumen, pembeli tersebut pun mengajukan upaya hukum dan memenangkan gugatan. Saat di persidangan telah dijelaskan bahwa yang hangus hanyalah uang booking fee sedangkan uang muka atau down payment serta uang cicilan tetap wajib dikembalikan.

Cara Menghindari Kasus Uang Muka Yang Hangus

Agar kalian terhindar dari perilaku developer yang nakal dan tidak bertanggung maka kalian perlu mengetahui beberapa langkahnya. Beberapa cara berikut bisa kalian terapkan sebelum melakukan pembelian rumah bersubsidi.

1. Simulasi KPR

Sebelum melakukan pembeli rumah, ada baiknya kalian melakukan simulasi KPR terlebih dahulu di bank. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pengetahuan untuk kalian tentang berbagai hal yang harus dipenuhi saat mengajukan rumah bersubsidi. Jika kalian merasa pendapatan kalian telah layak maka kalian sudah bisa mengajukan KPR tersebut.

2. Mencari Pengembang Terpercaya

Hal yang paling penting ialah dengan mencari pengembang yang terpercaya dan sudah berpengalaman. Jangan sampai menemukan pengembang yang menerapkan prinsip KPR ditolak uang muka hangus. Ada baiknya buatlah perjanjian lebih dulu dengan pihak pengembang. Jika suatu saat KPR ditolak oleh bank, maka kalian masih bisa melakukan pengembalian uang muka rumah bersubsidi.

3. Jangan Terburu-buru Membeli Rumah

Tidak bisa dipungkiri, hasrat untuk memiliki rumah seperti orang kebanyakan memang kadang memancing banyak orang untuk terburu-buru dalam membeli rumah. Padahal, banyak hal yang harus dipertimbangkan termasuk kondisi keuangan kalian.

Baca Juga: 7 Tren Warna Cat Rumah di Tahun 2021, Rumah Jadi Terlihat Kekinian

4. Melunasi Utang

Memiliki hutang di bank atau pihak-pihak tertentu kadang menghambat pengajuan KPR kalian. Oleh sebab itu, lunasilah hutang kalian terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR.

Nah, demikianlah ulasan tentang proses pengembalian uang muka rumah bersubsidi pada artikel kali ini. Semoga informasi ini dapat menjadi referensi yang akurat untuk kalian.

Leave a Comment