Rumah

7 Bagian Rumah Adat Bali yang Memiliki Fungsi Filosofis

Rumah Adat Bali

Rumah adat di suatu daerah sekarang sudah mulai jarang ditemui karena tergantikan dengan berbagai bentuk rumah bergaya modern. Berbeda dengan Bali yang masih memiliki banyak rumah adat dan menjadi ciri khas budaya provinsi tersebut sampai sekarang. Bali memang terkenal akan budayanya yang masih kental dan salah satunya terlihat dari penggunaan rumah adat untuk berbagai keperluan. Rumah adat Bali ternyata tidak sekadar bangunan melainkan memiliki filosofi tersendiri.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Rumah Adat Jawa Barat

Jika dilihat secara sekilas, rumah adat masyarakat Bali memiliki bentuk yang khas. Umumnya selalu ada gapura dengan berbagai aksen detail pada bagian-bagiannya. Ornamen tambahan seperti patung juga kerap ditemui di setiap bangunan adat Bali. Keunikan bangunan Bali diketahui merupakan hasil pengaruh dari budaya Hindu serta tidak terlepas juga dari unsur Jawa kuno. Seperti inilah jenis-jenis rumah adat masyarakat Bali yang begitu unik dengan kegunaan masing-masing.

1. Bale Manten

Rumah adat bali Bale Manten

Bale Manten adalah bagian utama dan jenis ini yang paling banyak ditemui. Rumah ini ditempati oleh keluarga yang terdiri dari kepala keluarga dan pasangannya. Secara khusus, rumah ini juga bisa ditinggali oleh anak perempuan dari keluarga tersebut. Bangunan Bale Manten memiliki bentuk persegi panjang dengan dua pembagian, yaitu ruang (bale) kanan dan kiri. Sebagai rumah adat, Bale Manten dilengkapi dengan hiasan khas Bali seperti pintu dan tiang yang memiliki ukiran.

2. Bale Dauh

Bale Dauh sebagai tempat berkumpul dalam rumah adat bali

Sebagai pelengkap Bale Manten, ada bangunan Bale Dauh yang difungsikan sebagai tempat berkumpul. Tuan rumah juga akan menerima dan menyambut tamunya di Bale Dauh ini. Terdapat aturan khusus mengenai pembangunan Bale Dauh. Bangunan khusus ini harus didirikan dengan tinggi lantai yang tidak boleh melebihi Bale Manten. Biasanya Bale Dauh terletak di sisi Bale Manten.

3. Bale Sekapat

Bale Sekapat pada rumah adat bali untuk berkumpul bareng keluarga

Bale Sekapat sedikit berbeda dari Bale Dauh dari segi fungsinya. Rumah adat Bali yang satu ini diperuntukkan untuk keperluan berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Biasanya Bale Sekapat digunakan ketika momen bersantai, jadi tidak ada hubungannya dengan ritual ibadah. Meski begitu, rumah khusus untuk bersantai ini justru memiliki desain yang paling mewah di antara jenis bale lainnya. Bale Sekapat dilengkapi dengan empat tiang bergaya klasik lengkap dengan ukiran Bali yang khas.

4. Bale Gede

Bale Gede

Satu lagi rumah adat masyarakat Bali yang memiliki aturan khusus dalam pendiriannya. Bale Gede ini harus dibangun dengan tinggi yang melebihi bangunan lain di sekitarnya, termasuk Bale Manten. Ukurannya pun harus lebih besar dari bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal keluarga. Dengan aturan khusus itu, Bale Gede memang difungsikan untuk tempat ibadah yang akan berisi berbagai makanan serta sesaji. Uniknya, harus ada maksimal 12 buah tiang untuk sebesar apapun ukuran Bale Gede.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Aplikasi Desain Rumah untuk Pengguna Android

5. Klumpu Jineng

Klumpu Jineng

Berbeda dengan rumah adat Bali lainnya, Klumpu Jineng memiliki bentuk yang paling unik. Keunikannya terlihat dari bentuknya yang mirip rumah panggung dengan jerami kering sebagai atapnya. Klumpu Jineng digunakan sebagai bangunan untuk menyimpan padi yang sudah dikeringkan sebagai persediaan makanan. Bangunan khusus penyimpanan ini hanya bisa ditemui di daerah tertentu saja di Bali. Dulunya Klumpu Jineng dibangun dengan bahan utama kayu, tapi sekarang sudah banyak dimodifikasi dengan bahan modern seperti batu bata dan semen.

6. Sanggah

Sanggah pada rumah adat Bali sebagai tempat untuk beribadah keluarga

Sanggah atau yang juga sering disebut pura keluarga merupakan bangunan khusus untuk beribadah. Bangunan itu harus ada di setiap kompleks perumahan keluarga Bali sebab fungsinya sangat penting. Sanggah yang juga memiliki nama lain Mrajan atau pamerajan ini dibangun di bagian timur laut rumah utama. Tidak ada ketentuan khusus mengenai harus seberapa besar ukurannya, namun yang terpenting tidak boleh sampai keluarga Bali tidak memiliki bangunan ini.

7. Angkul-angkul

Angkul-angkul sebagai gerbang utama rumah adat Bali

Dari keseluruhan bangunan rumah adat Bali, ada suatu bagian yang sangat ikonik dan menjadi ciri khas yang tidak mudah dilupakan. Bagian tersebut diberi nama angkul-angkul yaitu pintu atau gerbang masuk menuju bangunan utama di kompleks perumahan masyarakat Bali. Sebagai pintu atau gerbang masuk, angkul-angkul dibuat dengan detail ukiran yang sangat unik dan eksotis.

Setiap bagian dari rumah adat Bali ternyata memiliki kegunaan yang berbeda. Keluarga utama menggunakan masing-masing bagian untuk kebutuhan yang beragam. Bangunan setiap bagian itu juga ternyata disertai dengan aturan tersendiri dalam mendirikannya.

Related posts

8 Tanaman Hias Daun Terpopuler Untuk Menambah Keindahan Rumah

Ciri-ciri Rumah Sehat yang Wajib Kamu Ketahui

8 Rekomendasi Aplikasi Desain Rumah untuk Pengguna Android

Risma Mualifa

Leave a Comment